HARU DN SEDIH MENYATU
Pernah suatu kali aku menangis haru. Betapa bangga menyaksikan anak sulung kami telah khatam hafal jus 30 dalam usia 7 tahun. Baru satu semester sekolah di Madrasah Ibtidaiyyah Negeri. Kebahagiaan itu makin merajai hati kala dia mampu saat uji publik. Beberapa potongan-potongan ayat mampu disambung tanpa tersedat. Saat itu justru aku, ibunya yang panas dingin. Lalu lega ketika semua berjalan lancar.
Sebuah al-quran berpindah ke tangan mungilnya sebagai hadiah dari orang-orang yang memberi uji publik. Ketika dia berani dengan percaya diri mangacungkan tangan untuk menjawab soal-soal. Menyumbung potongan-potongan ayat yang diberikan. Saat itu orangtua makin bangga. Karena orangtua tahu, anaknya berani karena dia dengan yakin telah hafal. Syukurku kala itu.
Lalu, semua peserta hafidz jus 30 diminta berdiri menyanyikan lagu "Aku Ingin Jadi Hafidz Quran" suasana mulai berubah. Bait pertama suara berdengung dari penonton tidak terdengar lagi. Penonton terdiam. Semua tampak menghayati. Suasan berubah sakral. Beberapa orang di sekitraku terdengar mulai menangis. Aku? Apalagi, semakin ditahan semakin meleleh. Bait-baitnya sungguh merasuk ke hati.
"Kuputuskan satu impian
Aku ingin jadi hafidz quran
Ku akan bertahan walau sulit melelahkan
Allah beri aku kekuatan
Kuimpikan sepasang mahkota
Tuk berikan Di akhirat kelak
Sebagai pertanda bahwa kau sangat kucinta
Aku cinta engkau karena Allah
Kucinta Umi
Kucinta Abi
Kuharap doamu selalu dalam hati
Kucinta umi
Kucinta Abi
Berharap bersama di Surga-NYA nanti"
Air mataku semakin menjadi. Tak ingin dilihat oleh orang banyak dan sulung kami. Aku berlari ke kamar mandi. Menangis haru, kutumpahkan semuanya di kamar kecil sekolah itu. Haru karena ananda kami sudah mempersembahkan kemampuan terbaiknya. Sedih karena ananda kami tidak dibersamai oleh ayahnya. Semoga mahkota yang ingin diberikannya itu sudah melekat di kepala Ayahnya kini. Di Surga. Aamiin ya Allah
Pekanbaru, 31 Januari 2021
#Tantangan_menulis_hari_ke_199
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan