PAHLAWAN DI SEKITARKU
Hari itu, Pak Hamdan dan bu Helda kembali mengunjungi rumah sakit. Lagi, bukan rumah sakit yang sama, entah yang keberapa kali. Poli tumbuh kembang anak selalu menjadi rujukan. Dalam dekapan Bu Helda, anak itu hanya telentang. Di usia yang seharusnya sudah bisa menegakkan kepala, bahkan duduk. Pasangan suami istri itu tampak serius berkonsultasi dengan dokter. Sementara tangan Pak Hamdan tak henti mengelus kepala anak dalam gendongan istrinya. Betapa cinta kasih tercurah seluruhnya pada malaikat kecil itu.
Niatnya untuk mencari second opinion ternyata tidak seperti yang diharapkan. Di lubuk hati kedua orangtua itu, mereka ingin mendengar diagnosa yang sedikit melegakan. Nyatanya, semua dokter yang mereka temui punya diagnosa yang sama. Ananda mereka mengalami cerebal palsy yang cukup berat.
Dokter menatap dalam kedua orang dihadapannya. Dapat dirasakan oleh Pak Hamdan netra itu memberi simpati padanya. Lalu, ketika menuliskan rekam medis, sang dokter seakan tersadar. Lalu berkata, "Bapak dan Ibu adalah pahlawan, saya yakin, cinta yang tumbuh untuk anak ini melebihi cinta dari kedua orangtua kandungnya." Mereka tersenyum, seiring mengalirnya energi positif dalam pikirannya.
Pekanbaru, 14 Januari 2021
#Tantangan_menulis_hari_ke_183
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan