SIAP-SIAP KONDANGAN
Pak Zamil tergesa-gesa keluar kantor. Pasalnya laki-laki yang digelari suami takut istri itu sudah berkali-kali mandapat panggilan dari nyonya rumahnya. Padahal banyak pekerjaan sedang terbengkalai yang harus diselesaikan. Dia tahu siang ini jadwal mengantar istri tercinta pergi kondangan. Tapi, belum juga menunjukkan waktu yang sudah disepakati, HP itu sudah berdering berkali-kali.
Pak Zamil akhirnya menerima panggilan suara dari istrinya itu. Apalagi kalau bukan menyuruh segera cepat. Jangan sampai telat. Tentu, Pak Zamil selalu menjawab dengan lemah lembut.
Mobil Pak Zamil meluncur di halaman rumah. Memasuki rumah aroma parfum istrinya langsung menguar. Bu Isti tampak sedang mematut diri di depan cermin. Memastikan penampilannya sudah ok. Jilbab yang senada dengan baju kebaya. Dilengkapi dengan asesoris bross jilbab cantik dari mutiara. Serta tas dan sandal terlihat matching dengan warna yang sama. Bu Isti tampil dengan pakaian terbaiknya. Begitu yakin semuanya sempurna, dia mulai melangkah keluar. Tepat di depan pintu kamar dia merasakan sesuatu jatuh dan mengenai kepala. Lalu diusapnya jilbab. Benda hitam kecil itu kini melekat di telapak tangan, menebarkan bau yang menusuk. Serta merta jeritannya membuat Pak Zamil kaget. "Aaaa ... Dasar cicak tak tahu diri." Bu Isti berlari ke kamar mandi diikuti pandangan heran suaminya.
Pekanbaru, 30 Januari 2021
#Tantangan_menulis_hari_ke_198
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan