Misdayani, S. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

JANGAN LAMA

Rano adalah anak sulung bu Ratih. Satu-satunya laki-laki. Kedua adiknya adalah perempuan cantik yang pemalu. Keduanya pun lebih senang menghabiskan waktu di rumah. Karena itu pula Rano lebih sering dimintai tolong ibunya untuk mengantar ke sana-sini, dibanding kedua anak gadisnya itu.

Ditinggal ayah sejak masih balita membuat Rano terlatih dan terbiasa membantu ibunya. Rano tumbuh menjadi anak yang tahu diuntung. Tidak suka keluyuran seperti kebanyakan teman-temannya. Siap sedia meringankan semua pekerjaan Ibunya.

Sore itu Ibu kembali minta diantar ke pasar. Padahal Rano baru saja pulang kuliah. Lelahnyanya belum juga hilang. Tapi, dia juga tidak sampai hati menolak permintaan ibunya. Akhirnya dengan sepeda motor mereka melaju ke tempat tujuan. Sebelum perempuan yang sangat dihormatinya itu hilang dari pandangan, Rano berpesan agar jangan terlalu lama. "Iya, hanya membeli cabe dan kentang," jawab ibu gegas. Sejam berlalu. Lewat 10 menit, lalu 20 menit. Sang ibu akhirnya muncul juga di tempat Rano menunggu dengan dua tentengan besar di kanan kirinya. Rano menarik napas, hati kecilnya meminta untuk bersabar. Menyadari semua itu adalah demi dirinya juga.

Pekanbaru, 09 Februari 2021

#Tantangan_menulis_hari_ke_208

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post