PENGHARGAAN UNTUK DIRI
Kamu pasti juga pernah melalui hari paling berat. Namanya juga perjalanan hidup, auto tidak mulus dan datar-datar saja. Tanjakan, turunan terjal, jalan penuh kerikil, berlubang pasti dilalui. Semakin lama dan panjang waktu dilalui semakin banyak rintangan dihadapi. Begitulah filosofinya.
Begitupun denganku. Kala hari-hari terasa berat, gelap. Hati seakan dibolak-balik. Pikiran buntu, selera makan hilang. Semakin dilema kala semua orang hanya mampu berucap "sabar ..."
Seorang diri mengurus dua orang anak yang belum SD. Kekuatan diuji, saat suami tempat berbagi, bercerita, dan tempat segalanya mengalami sakit. Sakit yang awalnya tidak mudah didiagnosa. Butuh waktu hampir satu minggu hingga diagnosanya benar-benar tegak. Anak kedua yang masih tujuh bulan saat itu terpksa dititip ke tetangga. Dan otomatis ASI mulai tidak rutin dikonsumsinya.
Kami yang jauh dari sanak keluarga, mulai kelimpungan. Aku bolak-balik ke rumah sakit dengan si sulung. Sementara adiknya masih dititipkan di tetangga. Malam hari bahkan pernah suami ditinggal sendirian dalam kondisi diagnosa yang belum jelas. Padahal kadang-kadang dia kejang-kejang dan hilang kesadaran.
Panik? Pastinya, bahkan pernah aku mendadak mimisan dan perawat di ICU tempat suami dirawat hendak mengantarkanku ke IGD. Sementara sulung kami yg masih lima tahun lebih menunggu di ruang tunggu sendirian.
Bersambung ...
Pekanbaru, 15 Februari 2021
#Tantangan_menulis_hari_ke_215
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan