TAK INGIN KUAKHIRI
Dalam hening malam
Dua wajah polos balita menyayat hatiku
Air mukanya hampa kasih sayang
Saat mereka masih seputih kapas
Tuhan memanggil pahlawannya
Kutatap wajah itu, lagi
Kulakonkan diri menjadi sosok ayah
Namun, tak berarti
Nyatanya aku hanya seorang perempuan
Sejatinya peranku tak dapat diubah-ubah.
Kubelai kedua malaikat kecil itu
Sembari mengusap bulir bening yang jatuh
Dalam hayalku, laskar akan datang
Pada waktunya
Bersama tumbuh kembang mereka
Aku terus bermimpi
Mimpiku tak ingin kuakhiri
Sampai nanti
Hingga gurat wajahnya penuh cinta
Pekanbaru, 25 Maret 2021
#Tagur_menulis_hari_ke_253
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan