LEBARAN 2021
Masih seperti tahun lalu, corona membuat jarak dan batas. Lebaran terpaksa dinikmati di tempat domisili masing-masing. No mudik, no salat ied, no bepergian dan mengunjungi keluarga.
Bagaimanapun lebaran di rantau tetap tak seasyik dibanding berkumpul dengan keluarga di tempat masa kecil. Berkumpul bersama dengan orangtua, kakak dan adik serta para tetangga yang sudah seperti keluarga. Berjalan kaki bersama, beriringan menuju Mesjid untuj melaksanakan ibadah salat iedul fitri. Tahun ini? Corona merubahnya, corona menghilangkan kesakralan hari kemenangan ini.
Namun, kita tidak perlu mengutuk diri, menyalahkan kondisi dan keadaan. Barangkali benar adanya hari raya telah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tapi kita tentu bisa melihat sisi positif dari kejadian ini.
Peristiwa ini, ternyata tidak melulu untuk harus disesali. Mari melihat hikmah dibalik semua kejadian. Bagi saya sebagai perantau, kejadian ini justru membuat kesab berbeda dari biasanya. Bila sebelumnya menjelang hari raya, komplek mulai sepi karena pada mudik, kali ini justru lebih meriah. Tetangga sebelah kiri dan kanan saling mengantar makanan. Komplek perumahan ramai, suasana terasa hidup. Tidak seperti sebelumnya yang tak ubah seperti kota mati. Lebaran kali ini membuat kita benar-benar dekat dengan yang teedekat.
Pekanbaru, 13 Mei 2021
#Tagur_Hari_Ke297
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan