Pejuang THR
Sudah menjadi kebiasaan anak-anak di lingkungan kami, mungkin juga di tempat lain bertamu dari rumah ke rumah pada hari raya. Mereka biasa mengunjungi rumah secara bergilir. Bukannya dua atau tiga orang, melainkan segerombolan. Satu RT, eh maksudnya lebih dari 5 atau 6 orang biasanya. Anak-anak ini kadang terkesan sangat berani. Mengetuk pintu rumah-rumah warga, lalu meminta izin apakah dibolehkan bertamu. Tujuannya sudah pasti kita tahu.
Pejuang THR, begitu kami menyebutnya. Mengumpulkan lembaran-lembaran rupiah dari rumah ke rumah. Apabila diizinkan masuk, maka mereka tak sekadar menunggu lembaran rupiah itu. Tapi memakan semua yang telah terhidang di meja tamu. Memang kue-kue itu senagaja disajikan untuk para tamu yang datang.
Banyak di antara mereka, mengambil kue dengan berebut. Tertawa cekikian, tanpa peduli tuan rumah. Senanglah? Sedang sibukkan? Atau lagi istirahat, atau baru saja beberes rumah yang seharian sudah hampir tak berbentuk.
Anak-anak memang dengan sikap dan karakternya. Pikiran mereka tidak akan sampai kesana, baginya setelah mengunjungi rumah-rumah warga, lalu dapat lembaran yang dtunggu-tunggu sangat menyenangkan. Lalu mereka pulang dengan hati gembira, atau lanjut mengunjungi rumah berikutnya.
Lalu? Kemana para orangtua mereka? Yang seharusnya mengajari adab dan etika. Pantas atau tidak berkunjung, apalagi di tengah pandemi yang tak pernah usai. Sebegitu longgarkan perhatiannya terhadap anak-anak? Hingga anak-anak dibiarkan berlaku sesukanya.
Saatnya kita peduli terhadap apa yang dilakukan anak-anak kita. Terhadap kawan-kawannya, dan lingkungannya. Jangan sampai ketidakpedulian kita membuat orang lain tak suka dengan anak-anak yang sebenarnya tak tahu apa-apa.
Pekanbaru, 17 Mei 2021
#Tagur_Hari_Ke300
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan