GERIGI LAUT NUSANTARA
Gerigi Laut Nusantara
Pagar bambu menari di buih
Menancap dalam nadi samudra
Menjaring gelombang yang merintih
Membelah biru tanpa suara
Angin berbisik di sela celah
Menanyakan hak yang tertahan
Di batas yang tak lagi ramah
Di garis yang kian menjauhkan
Bambu-bambu itu bertaut duri
Menusuk bahu nelayan renta
Jaring-jaring tinggal mimpi
Ombak pun mati di ujung pena
Laut bukan kanvas untuk ditikam
Bukan pagar untuk disekat diam
Ia adalah nyawa yang berdenyut
Bukan pusara yang kau palu surut
Namun bambu tetap berdiri
Seperti duri dalam nadi negeri
Menjadi batas tanpa nurani
Menjadi luka yang tak terobati
#
Sultan Chemistry
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
