PUING-PUING KENANGAN
PUING-PUING KENANGAN
Oleh Sultan Chemistry
Di tepian senja yang letih bernapas
Angin lirih mengusap luka di cakrawala
Sepenggal rindu luruh di tepi batas
Menjadi gemuruh di dada semesta.
Jejak-jejak waktu mengukir sunyi
Pada dedaunan yang jatuh tanpa isyarat
Rembulan pun enggan bersaksi lagi
Saat kenangan pecah di ujung hayat.
Kusulam bayangmu di benang pelangi
Namun warnanya luntur dalam gerimis
Malam menidurkan sisa memori
Dibalut sepi yang tak pernah habis.
Matahari pun enggan menatap fajar
Cahayanya enggan menembus kalbu
Hanya puing-puing yang masih mendengar
Isak rindu di ruang waktu.
Biarlah angin membawa serpihan ini
Ke peraduan sunyi tanpa nama
Jika cinta hanya kisah ilusi
Maka biarlah takdir menghapusnya.
Kajang, 12 Februari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
