DILEMA CINTA DI ANTARA TIGA
Dilema Cinta di Antara Tiga
Aku adalah perahu yang karam di samudra rasa,
Di antara tiga bintang yang bersinar serupa,
Dokter, bidan, dan suster menabur cahaya,
Namun hatiku, tak tahu ke mana harus berlabuh jua.
Dokter, kau bagai langit penuh pengetahuan,
Langkahmu tegap menantang badai kehidupan,
Kau menakar cinta dengan logika dan visi,
Membawaku meniti mimpi yang pasti.
Bidan, kau laksana rembulan di malam tenang,
Menyulam kehangatan dalam sentuhan sayang,
Di setiap tangis yang kau ubah jadi senyum,
Kau ajarkan bahwa cinta adalah ketulusan yang diam.
Suster, kau angin yang menari tanpa ragu,
Kadang lembut, kadang beringas seperti waktu,
Dalam tawamu, kudengar nada keberanian,
Dalam tatapanmu, ada rindu yang tak tertahan.
Ah, hatiku bimbang dalam alunan takdir,
Ke mana cinta ini harus berakhir?
Pada dokter yang cerdas bak cahaya pagi,
Pada bidan yang lembut bagaikan puisi,
Atau pada suster yang menggebu seperti api?
Wahai takdir, bisikkan jawaban padaku,
Haruskah aku memilih dengan nalar atau rindu?
Sebab cinta bukan sekadar nama dan profesi,
Melainkan hati yang berani menetap, tanpa ragu pergi.
*Sultan Chemistry*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
