HUKUM DI NEGERI PARA TUAN
Hukum di Negeri Para Tuan
Di meja mahoni para tuan bersulang
Meneguk anggur dari peluh yang hilang
Bibir mereka berkilau janji gemilang
Tapi rakyat mengunyah getir yang menjulang
Hukum di sini bagai pisau sembilu
Tajam ke bawah menusuk tanpa ragu
Namun tumpul kala menatap sang ratu
Yang merampas hak tanpa malu
Para tikus berdasi berjalan angkuh
Diiringi tepuk tangan para penyembah ruh
Menguras negeri dengan senyum teduh
Lalu berbisik, "Ini hanya utuh dan patuh"
Sumber daya dijual murah ke negeri jauh
Gunung, laut, dan tanah air luruh
Mereka pesta, kita mengeluh
Jadi budak di tanah leluhur
Di jalanan buruh menggenggam amarah
Setelah diusir dengan satu tanda tangan basah
Tak ada upah, tak ada arah
Hanya perut lapar dan tangis yang pasrah
Tuan-tuan itu tetap tertawa
Bersandar di kursi, menggenggam kuasa
Sedang rakyat hanya bisa bertanya:
"Ada
kah keadilan masih bernyawa?"
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan