AKU HANYA BAYANGAN
AKU HANYA BAYANGAN
Oleh: Muhammad Sultan
Aku hanya bayangan di dinding senja
Menyulam rindu dari cahaya yang patah
Sementara kau adalah matahari yang tak sempat singgah
Namun, hangatmu abadi di relung resah.
Aku melangkah di lorong hening malam
Mencari jejakmu di kabut remang-remang
Kau bagai rembulan yang tak terjamah tangan
Namun sinarnya menari di setiap bimbang.
Aku tak lebih dari angin pengelana
Membelai rambutmu lewat jendela sunyi
Sementara kau, taman dengan bunga rahasia
Janya mekar dalam mimpi-mimpi.
Biarlah cinta ini jadi gema tak bersuara
Mengalir dalam getar detak waktu
Sebab aku hanya bayangan dari rasa
Yang jatuh cinta padamu—tanpa ragu.
Kota Kalong, 4 April 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
