Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
BISIK RINDU DI PANTAI PANGRANG LUHU BIRA

BISIK RINDU DI PANTAI PANGRANG LUHU BIRA

Bisik Rindu di Pantai Pangrang Luhu Bira

 

Karya: Sultan Chemistry 

 

Di ujung senja yang merekah di dada langit,

Kutulis namamu di pasir takdir,

Angin laut mengeja rindu dalam bahasa desir,

Menyulam bayangmu di setiap gelombang yang hadir.

 

Mentari tenggelam, seperti rinduku yang tak selesai,

Menyusuri cakrawala dengan jubah jingga,

Panrang Luhu menjadi altar cinta yang terpatri,

Di sanubari yang tak pernah henti mengeja nama.

 

Kau adalah cahaya dari mercusuar sunyi,

Memanduku pulang dari gelap kenangan,

Langkahmu, sajak yang hilang di dermaga hati,

Yang kutemukan kembali dalam debur ombak perlahan.

 

Aku adalah layar yang tak bisa lepas dari anginmu,

Terseret arus rindu yang tak berpamitan,

Di bawah cahaya bulan yang menjahit luka malam,

Kau mengendap dalam bisu, namun membakar perlahan.

 

Bira—tempat segala kenang bersemayam dalam pasir,

Setiap riak adalah nadamu yang kutadah,

Aku tak butuh peta, sebab rinduku tahu arah,

Selalu padamu, di antara laut dan cahaya yang ramah.

 

Pangrang Luhu, 15 April 2025

 

#Tantangan

#Menulis

#Puisi

#Romantis

#Sorotan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post