DI TENGAH DZIKIR YANG GAGAL KHUSYUK
“Di Tengah Dzikir yang Gagal Khusyuk”
Oleh: Sultan Chemistry
Ada malam-malam
yang kutatap kosong
walau Al-Qur’an terbuka di pangkuanku
dan suara adzan
telah membelah gulita
menyisakan sunyi
yang tak kupahami dari mana datangnya.
Puasa menjelma cermin
yang memantulkan aku
tanpa topeng
tanpa senyum
tanpa arah.
Aku berdiri di atas sajadah
seperti menanti pengampunan
yang kutahu tak semudah doa
yang kupelajari dari buku-buku.
Dunia memanggil lewat notifikasi
sementara langit memanggil lewat bisu
dan aku—makhluk setengah taubat—
terombang di antara keduanya
bagai perahu retak
di samudra waktu yang menuntut ikhlas.
Butta Panrita Lopi, 8 April 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
