KETIKA NIAT MASIH GEMETAR
KETIKA NIAT MASIH GEMETAR
Oleh Sultan Chemistry
Aku duduk
di ambang pintu waktu
menghitung detik yang gemetar
antara retak niat
dan harap yang mengambang
seperti daun kering di ujung wudhu.
Ramadan datang bagai angin
yang membawa kabar langit
dengan suara lembut
namun mengguncang akar-akar jiwa
yang nyaris mati dalam sibuk.
Kupintal niat
dari benang-benang lelah
kutambal luka
dengan sabda yang belum kupahami maknanya
lalu kusimpan setitik rindu
di ruang suci yang hampir kulupakan.
Namun batinku resah—
akankah aku benar-benar sampai?
Atau sekadar menjadi pejalan
yang melewati bulan
tanpa sempat merasakan cahayanya?
Butta Panrita Lopi, 6 April 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan