LAYAR BIRU, HUJAN RINDU
*Layar Biru, Hujan Rindu*
*Oleh: Sultan Chemistry*
Di ujung malam, kupeluk layar biru
Tempat bayangmu menjelma semu
Kau hadir dalam titik-titik cahaya
Di sela hujan digital yang jatuh tanpa suara
Kita bukan dua tubuh di taman yang nyata
Tapi dua jiwa yang bersua dalam kata
Jemarimu mengetuk jendela pikirku
Rinduku mengalir lewat WiFi tanpa restu
Hujan turun dari awan data
Basahi hatiku yang haus sapa
Kutulis namamu di kabut notifikasi
Meski tak kau balas, aku tetap menanti
Kau adalah pelangi yang tumbuh dari kabar
Pada statusmu, aku belajar bersabar
Cinta ini adalah sinyal yang mengendap
Kadang menguat, kadang menghilang mendadak
Tapi meski tanpa peluk dan suara
Aku mencintaimu dari balik layar
Dengan hati yang tak pernah log out
Rindu yang tak bisa dihapus cache-nya
*Butta Panrita Lopi, 7 April 2025*
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
