Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TANAH AIR DI UJUNG SENJA

TANAH AIR DI UJUNG SENJA

TANAH AIR DI UJUNG SENJA

Oleh Sultan Chemistry 

 

Di negeri yang lahir dari rahim samudra,

di mana angin menggenggam janji kemerdekaan,

matahari perlahan redup di ufuk jingga,

tertikam dusta para penyulap harapan.

 

Gedung-gedung menjulang bagai menara Babel,

tetapi rakyat mengais remah di lorong gelap,

sungai-sungai mengalirkan air mata nelayan,

tanah retak oleh derita petani yang terbungkam.

 

Hukum menjelma wayang tanpa dalang,

keadilan menjadi perahu tanpa layar,

di dermaga janji yang terus berkarat,

suara nurani tenggelam dalam lautan laba.

 

Mereka berpidato dengan lidah emas,

menabur janji seperti hujan musim semi,

namun padi tak kunjung menguning,

dan langit hanya memeluk gerimis duka.

 

Anak-anak negeri, generasi perak,

terperangkap dalam labirin sekolah tanpa makna,

di mana ilmu terpenjara angka,

dan kebijaksanaan dikubur birokrasi tua.

 

Tanah airku, tanah yang kian renta,

luka-luka sejarah masih menganga,

di antara bendera yang berkibar gagah,

ada duka yang diam-diam menangis di tiangnya.

 

Maka wahai langit, wahai bumi pertiwi,

suarakanlah gemuruh rindu kebenaran,

agar fajar kembali menyapa negeri ini,

dan keadilan tumbuh seperti padi di sawah rakyat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post