AKU PALESTINA
AKU, PALESTINA
Aku…
ditikam setiap saat oleh roket, sementara masjid roboh, rumah sakit, dan anak-anak jadi debu.
Aku…
berdarah di sabana kematian
di bawah langit yang tak lagi biru
karena nisan terlalu banyak
dan jenazah tak sempat dishalatkan.
Israel, kau bi*dab!
membakar malam dengan b@m berpeluru
kau ratakan kamp-kamp pengungsian
dengan dalih keamanan yang kau bangun dari d@rah.
Dunia menonton.
Langkah-langkah sunyi mengitari luka
tiada gemetar
tiada suara
hanya denting waktu
mengiringi azan terakhir dari reruntuhan.
Di tanahku,
tiada musim panen
hanya musim duka yang tak habis
anak-anak lahir dengan tangis
dan wafat tanpa sempat dewasa.
Tapi jangan pikir aku menyerah!
aku Palestina,
yang berdoa dengan batu
yang mengaji di bawah peluru
yang masih hafal azan
meski mihrab kami tinggal puing-puing.
Aku masih berdiri!
Di antara reruntuhan
di antara genangan darah
aku teriakkan:
“Kami tak akan punah,
karena syahid tak pernah kalah!”
Bulukumba, 26 Mei 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
