BALADA ASMARA DI TAHTA SENJA
BALADA ASMARA DI TAKHTA SENJA
Karya, Muhammad Sultan
Kala ungu memeluk senja
Kutulis lirih di pelipir aksara
Merangkai rindu dari luka
Menjadikannya puja tak bersuara
Duhai engkau, pemilik altar
Yang mengurai cinta dalam mekar
Kekal jejakmu di relung sabar
Bersama bait yang tak pernah bubar
Asmara itu bukan sekadar warna
Namun firasat yang tumbuh di dada
Mengakar di tanah rahasia
Bersama getar yang tiada jeda
Di takhta senja kutitip salam
Lewat bias jingga yang diam
Jika ungu kau sulam dalam
Akan kutulis namamu dalam kalam
Kuhirup harummu dari celah rima
Menjadi nadir dalam irama
Meski terbelenggu waktu dan drama
Cintamu abadi dalam sukma
Andai kelak altar cinta berpindah
Dan ungu berlayar menjauh marwah
Izinkan aku memeluk resah
Di peraduan langit yang tak bersyahadah
Bulukumba, 18 Mei 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan