BENANG MERAH
BENANG MERAH
Karya: Muhammad Sultan
Di altar waktu yang menjahit langit,
kutemukan benang merah menjulur lirih,
menembus kabut takdir dan sunyi
mengikat dua hati yang saling menanti.
Kau adalah musim yang tak lekang,
meski badai mencoba menggulung hujan,
cintamu tetap terajut di langit kenangan
seperti sulaman rembulan dalam pelukan malam.
Kita adalah dua bintang yang berpijar redup
namun semesta tak pernah salah arah,
benang itu tetap tegar meski nyaris putus
dari pelabuhan rindu ke dermaga pasrah.
Tak peduli berapa kali dunia berputar,
takdir menuliskan kisah di sela jarak
karena benang merah bukan sekadar warna
ia adalah ikrar yang tak bisa disobek waktu.
Jika cinta adalah langit,
maka engkaulah cakrawala dalam dekapku,
jika cinta adalah benang,
engkaulah ujungnya dalam sulaman takdirku.
Bulukumba, 19 Mei 2025
#Tantangan
#Menulis
#Puisi
#Sorotan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
