BULAN MERINDU
BULAN MERINDU
Karya Muhammad Sultan
Bulan memeluk langit yang hampa,
Seperti aku merangkul namamu dalam doa.
Ia menangis dalam bias cahaya,
Mencarimu di antara kelam semesta.
Rintik malam menari dalam gelisah,
Membisikkan rinduku yang tak pernah pasrah.
Angin pun cemburu pada bayangmu,
Yang setia menetap di nadi waktu.
Kau adalah puisi yang tak bisa kupadamkan,
Mengalun lembut di antara jeda harapan.
Seperti bulan, aku terus menunggu,
Menyesap sepi dalam cawan rindu.
Bulan merindu seperti aku padamu,
Menatapmu meski tak mampu menyatu.
Cintaku abadi di ujung cahaya,
Menjelma doa yang tak pernah tua.
Bulukumba, 26 Mei 2025
Suryanti
Ratna Rahim
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
