Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
RESONANSI HATI

RESONANSI HATI

Bab 16: RESONANSI HATI

Oleh: Sultan Chemistry

Hari-hari riset membawa Nadhira dan Kak Riyan kembali dalam pusaran interaksi kimia yang tak hanya melibatkan senyawa karbon, tetapi juga getaran-getaran emosi yang dulu sempat mereka kubur dalam-dalam. Di antara diagram struktur dan kromatogram, ada getaran halus yang mulai menunjukkan resonansi. Getaran yang tidak lagi bisa diabaikan.

Suatu malam, mereka lembur di laboratorium. Reaksi sintesis yang mereka uji gagal pada suhu 60°C dan harus diulang. Nadhira yang biasanya tangguh terlihat kelelahan.

"Kamu capek banget. Istirahatlah sebentar, aku lanjutkan uji reaksinya," ujar Kak Riyan, menggeser kursi ke arah Nadhira.

Nadhira menggeleng pelan. "Tidak, aku mau tetap di sini. Aku ingin tahu bagaimana hasilnya. Aku tidak mau lari dari proses."

Kak Riyan tersenyum, lalu menatap mata Nadhira. Lama. Lebih lama dari biasanya. Lalu ia berkata pelan, nyaris seperti bisikan.

"Kamu tahu, Nad... aku pernah berpikir untuk berhenti. Bukan dari dunia kimia. Tapi dari dunia yang mengingatkan aku tentang kamu."

Nadhira tertegun. "Kenapa?"

"Karena kamu seperti gugus fungsi yang tak pernah bisa aku hilangkan. Kamu terikat secara kovalen di ingatanku."

Nadhira menunduk, hatinya berdetak tak beraturan. "Aku juga pernah mencoba menjadi senyawa inert, Kak. Tidak reaktif terhadap apa pun... termasuk kamu. Tapi makin aku menahan, makin aku sadar, kamu itu katalis dalam hidupku. Diam-diam mempercepat banyak hal—termasuk keberanianku."

Suasana jadi sunyi. Di balik kaca jendela laboratorium, lampu jalanan menyala seperti titik-titik foton yang menyusup ke dalam kesadaran.

"Kak," ujar Nadhira perlahan, "Kalau suatu hari kita punya cukup energi aktivasi… dan kondisi reaksi tepat, kamu yakin kita bisa membentuk ikatan baru?"

Kak Riyan menatapnya dalam, lalu menjawab dengan tenang, "Aku yakin. Dan kalau tidak pun… aku akan tetap menjadi senyawa yang menjaga stabilitasmu. Sebagai teman, sebagai rekan, atau hanya sebagai kenangan."

Malam itu, reaksi di dalam lab mungkin gagal. Tapi reaksi di antara dua hati yang lama terpolarisasi… mulai menunjukkan titik kesetimbangan.

Apakah kisah cinta Dr Riyan dan Dr Nadhira akan berakhir dalam biduk rumah tangga?

Ikuti terus kisahnya!

Butta Panrita Lopi, 24 Mei 2025

#Tantangan

#Menulis.

#Cerbung

#DiksiKimia

#Sorotan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post