TITIK DIDIH KENANGAN
Bab 15: Titik Didih Kenangan
Oleh: Sultan Chemistry
Sejak seminar itu, hubungan antara Nadhira dan Kak Riyan tidak lagi sama seperti dulu. Bukan karena rasa itu lenyap, tetapi karena keduanya telah memahami bahwa cinta sejati tak selalu harus memiliki. Mereka memilih fase baru: saling menghargai, dari kejauhan yang tenang. Namun, takdir seolah tak ingin diam.
Suatu pagi, ponsel Nadhira berdering. Sebuah pesan masuk dari institusi tempatnya bekerja:
“Anda terpilih sebagai salah satu kandidat kolaborasi riset internasional tentang sintesis senyawa aromatik turunan benzena. Kolaborator utama: Dr. Riyan Prasetya.”
Nadhira terdiam. Dunia sungguh kecil, pikirnya. Apakah ini bentuk reaksi lanjutan dari takdir yang belum selesai?
Beberapa minggu kemudian, mereka kembali duduk di satu ruangan, kali ini sebagai rekan sejawat. Diskusi mereka tidak lagi dipenuhi candaan seperti dulu. Lebih formal, lebih dewasa, tapi tetap hangat. Setiap lembar proposal yang dibahas membawa mereka kembali pada memori lama—aroma lab, kopi di sore hujan, dan sorot mata yang pernah saling menyimpan harapan.
Suatu sore, usai simulasi sintesis tahap awal, Kak Riyan bertanya, “Kalau suatu saat nanti, sistem kita berubah… kamu percaya akan ada titik didih yang mempertemukan kita kembali?”
Nadhira tersenyum, memandang senyawa hasil uji di dalam labu ukur. “Titik didih tak hanya soal suhu, Kak. Tapi juga tekanan. Jika takarannya tepat, mungkin... kita bisa menguap bersama dalam keadaan baru.”
“Dan jika tidak?” suara Riyan terdengar pelan.
“Maka kita tetap akan menjadi senyawa stabil. Tak bereaksi, tapi tak juga hilang,” jawabnya mantap.
Mereka terdiam. Di antara gelas kimia dan kromatografi, hati mereka belajar berdamai. Cinta itu, seperti senyawa aromatik, kuat dalam struktur, tapi tak mudah larut dalam sembarang pelarut.
Namun siapa tahu? Dalam suhu dan tekanan yang berbeda, mungkin mereka akan kembali menguap—menuju awan kemungkinan yang baru.
Butta Panrita Lopi, 20 Mei 2025
#Tantangan
#Menulis.
#Cerbung
#DiksiKimia
@sorotan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
