HIJRAH KATA
Judul : HIJRAH KATA
Penulis : Muhammad Sultan)
Pada mulanya,
lidahku adalah duri yang tumbuh di ladang api,
berkata tanpa rembulan,
berlafaz tanpa wudhu jiwa.
Kalimat jorok kutabur di antara tawa,
seolah dosa adalah gurauan semesta,
padahal, tiap huruf yang terlempar
menoreh luka di dada langit.
Aku pernah memuja kata-kata kasar
seperti dewa-dewa palsu di altar dunia,
melafaz nista demi pujian fana,
tak sadar, lisanku sedang menggali liang neraka.
Namun suatu malam,
di sunyi yang menggigil,
doa-doa datang mengetuk perbendaharaan aksara.
Lidah yang dulu berbisa,
perlahan mencium harum taubat.
Kukumpulkan serpih-serpih nurani
yang berserakan di antara sumpah serapah,
kusulam menjadi bait-bait harap,
agar setiap kata menjadi tasbih yang lembut di udara.
Kini, aku ingin menulis dengan tinta embun,
berbicara dalam napas para nabi,
mengusir cela dengan dzikir,
mengganti makian dengan madah kasih.
Hijrahku bukan sekadar meninggalkan,
tetapi menanam bunga
di tanah yang dulu kuludahi.
Wahai lidah,
jangan kembali menjadi bara.
Jadilah pelita,
yang menuntun kata
menuju cahaya-Nya.
Bulukumba, 1 Muharam 1447 H
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
