LONCENG DALAM DADA
“Lonceng dalam Dada”
Dalam dada, kupasang lonceng sunyi,
Menggema tiap kali langkahku menyimpang,
Ia bukan suara—tapi cahaya yang menjerit,
Mengingatkanku pada jalan pulang yang terang.
Aku tanamkan jam pasir di balik nadi,
Butir waktunya berdzikir dalam diam,
Setiap butir jatuh membawa pesan rahasia:
"Jangan lupakan siapa dirimu dalam gelap yang ramai."
Aku rajut mantra di dinding kalbu,
Dari benang-benang luka dan cahaya bintang,
"Apa yang hilang, bukan selalu salahmu,"
Bisik bayang-bayang yang kini tak lagi bimbang.
Kadang, aku adalah layang-layang tanpa angin,
Tapi self reminder itu menjadi tali tak kasat,
Menarikku kembali ke angkasa harapan,
Ketika dunia terlalu berat untuk dipijak.
Maka kutulis pada cermin yang retak:
"Ingatlah, bahkan rembulan pun pernah pecah,"
Namun sinarnya tak pernah patah,
Hanya belajar menyinari lewat luka yang pasrah.
-
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
