SECANGKIR KOPI CANDU
Secangkir Kopi Candu
Penulis : Sultan Chemistry
aku menyeduh pagi
dengan aroma yang mengingatkan
pada matamu—
yang tak pernah tuntas kutakar derajat panasnya
kau tahu,
kopi ini tak lagi pahit
sejak kau larut di dalamnya
seperti ion-ion kecil yang tak bisa kulihat
namun terasa
di setiap sisa getir yang kupeluk diam-diam
aku mencicipimu perlahan
seperti menghafal rumus senyawa
yang tak pernah diajarkan guru kimia
tapi tubuhku—entah bagaimana—
selalu paham reaksimu
aku menyeruput waktu
dan kau mengendap dalam detikku
jadi zat adiktif dalam nadi
yang tak bisa kueliminasi
meski dengan suhu tertinggi dari logika
tak ada yang benar-benar larut,
katamu suatu hari
sebab cinta seperti kopi—
selalu menyisakan endapan
di dasar cangkir sunyi
dan aku—
duduk di meja ini,
memandang kopi
yang pelan-pelan berubah menjadi
dirimu.
Bulukumba, 7 Juni 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
