SEPUTIH MELATI
Seputih Melati
Karya : Sultan Chemistry
Seputih melati yang tumbuh di reruntuhan,
tak bertanya siapa yang akan memetiknya.
Ia mekar bukan untuk dilihat,
melainkan untuk mencium Wajah Kekasih di antara cahaya subuh.
Aku mencintaimu sebagaimana melati mencintai tanah—
tak menuntut, tak memberatkan,
hanya mengakar dalam redha
dan menyerahkan wanginya pada angin yang diutus-Nya.
Ketika rindu tak menemukan jalan,
melati tetap diam di sudut taman,
sebab ia tahu:
Tangan Tuhan menyiram luka dengan cahaya,
bukan dengan temu yang fana.
Dan jika cintaku tak sampai padamu,
melati pun tak akan gugur karena kecewa.
Ia tahu:
di setiap kelopaknya, ada nama-Nya yang ditulis
dengan tinta doa yang tak terlihat.
---
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan