SUNYI YANG KAU TINGGALKAN
SUNYI YANG KAU TINGGALKAN
(Menjawab puisi Wati Hera)
Aku menyimpan hujanmu dalam lipatan pagi,
tak ingin basah itu pergi begitu saja.
Sunyi—yang dulu kau kenal—masih duduk di kursinya,
memandangku lewat jendela yang tak kau buka.
Kau bilang rindu itu akar yang mencari basah,
aku tahu,
sebab daun-daun pun tak pernah tega jatuh
tanpa mengeja namamu diam-diam.
Tapi lihat,
aku masih di sini
merapikan langkah-langkahmu yang kau tinggalkan
di lantai puisi.
---
Jika Wati Hera mengizinkan, puisi ini bisa jadi dialog puitis yang ditampilkan berdampingan — puisi dan jawabannya — dalam format antologi dua suara. Apakah ingin dibua
t versi lanjutannya juga?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan