DOA YANG TAK PADAM
"DOA YANG TAK PADAM"
Ibu,
adalah nyala senyap di dada senja
yang tak pernah padam meski malam mengebu luka
Langkahnya sunyi, tapi menggema
seperti desir angin yang mengusap nurani
dengan bening kasih—tak terperi.
Dari rahimmu, aku tumbuh seperti doa
yang kautanam di sela sepi dan tangis surga
Lenganmu adalah langit bagi tidurku
dan nadimu adalah sungai tempat jiwaku berenang
dalam peluk yang tak mengenal kata pulang.
Ibu,
kau adalah kitab yang tak rampung kubaca
huruf-hurufmu adalah peluh dan air mata
kau bisikkan sabar dalam setiap luka
dan menjahit harapan dari reruntuh asa.
Kulihat surga di kerut keningmu
di balik mata yang meredam badai demi senyumku
Kau menua dalam diam yang megah
sementara aku sibuk menulis waktu
tanpa sempat merangkulmu utuh.
Bila suatu hari rinduku menjelma hujan
biarlah namamu menjadi pelangi yang bertahan
karena dalam tiap degupku yang masih bernyawa
ada namamu, ibu—
yang tak pernah selesai kusebut dalam doa.
Butta Panrita Lopi, 12 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
