LUKA YANG MERAJAM HATI
LUKA YANG MERAJAM HATI
Karya: Sultan Chemistry
Di altar senyap, kutunduk berselimut senja,
Jiwa terkapar ditikam bayangmu yang fana,
Kau hembus badai dalam cawan sukma,
Lalu tinggalkan bara di pelupuk cinta.
Rindumu seperti kabut dalam gua sunyi,
Mengikis dinding harap hingga nyeri,
Kau ciptakan simfoni dalam nada sepi,
Namun setiap nadanya mengulum pedih sakti.
Kupeluk bayangmu seperti peluk racun,
Di balik senyum, nestapa bersusun,
Langkahmu menjelma duri yang tak tertebus,
Menusuk relung, membekukan arus peluk.
Kini hatiku seperti kitab usang berdebu,
Halaman-halamannya hilang makna dan waktu,
Luka itu—kau rajam dalam aksara bisu,
Menjadi puisi duka di altar langit biru.
Bulukumba, 7 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan