MENARA DI EMPERAN
MENARA DI EMPERAN
(Tarzina Klasik)
Langkahku pelan menuju rumah Tuhan
di gang berlumpur tanpa suara riuh
kusapa bocah mengigil dalam hujan
Kudengar dzikir dari menara megah
sementara warung reyot menjual sabar
dan langit masih menahan berkah
Mimbar bersinar diselimuti gemerlap
tapi kitab suci di emperan terbuka
dipegang renta yang tak dikenal sebab
Bulukumba, 9 Juli 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan