DI UJUNG DOA YANG SAMA
"Di Ujung Doa yang Sama"
Penulis : Sultan Chemistry
Ada cinta yang tumbuh bukan dari indahnya paras, bukan pula dari gemerlapnya harta. Ia tumbuh di tanah yang paling subur: hati yang basah oleh dzikir, jiwa yang teduh oleh takwa.
Kau bisa melihatnya pada tatapan yang tidak sibuk mengukur kecantikan atau ketampanan, tetapi sibuk mencari arah kiblat dalam setiap langkah. Pada senyum yang bukan sekadar manis di bibir, melainkan manis di hadapan Allah.
Di antara debur dunia yang penuh hiruk, mereka bertemu. Bukan di pesta mewah atau taman yang ramai, tetapi di ruang sunyi yang sama-sama dipenuhi doa. Ia bukan jatuh cinta pada wajahnya, tetapi pada caranya menundukkan pandangan. Ia bukan terpikat pada emas di tangannya, tetapi pada ringan tangannya memberi, tanpa ingin dikenal.
Cinta mereka tak diikat oleh janji dunia, tetapi oleh satu kalimat agung: "Aku ingin bersamamu, bukan hanya di bumi, tapi juga di surga."
Mereka tahu, raga akan lapuk, harta akan pupus, waktu akan menggerus semua keindahan fana. Namun iman—ah, iman itu bagai cahaya yang tak pernah padam.
Dan di ujung doa yang sama, mereka memohon bukan sekadar “jodoh dunia”, tetapi “teman perjalanan menuju ridha-Nya.
Bumi Allah, 13 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
