ENGKAU PUSAT SEGALA DOA
ENGKAU PUSAT SEGALA REAKSI
Di bawah langit yang dingin
aku melarutkan rinduku
ke dalam bejana doa.
Ke dalam bejana doa,
aku menuang air mata,
aku meneteskan sabar,
aku memelihara harap.
Kasih-Mu mengendap perlahan,
kasih-Mu membentuk kristal sabar,
kasih-Mu yang tak pernah retak
meski panas ujian mendidihkannya.
Panas ujian menguapkan luka,
panas ujian menguapkan rindu,
panas ujian menguapkan aku—
hingga yang tersisa hanya Engkau.
Dan Engkau,
selalu Engkau,
tetap Engkau,
pusat segala reaksi
dan akhir segala pencarian.
Butta Panrita Lopi, 9 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan