KEPADA SAHABAT
Kepada Sahabat yang Menunggu di Balik Layar
Di antara detak sunyi perjumpaan virtual
kutemukan wajah-wajah tanpa jarak,
mata tak saling menatap, namun hati sempat berbisik
bahwa kita sejiwa dalam aksara.
Aku hanyalah pengelana kata
yang menabur huruf di ladang maya,
kadang patah, kadang terlampau sederhana,
kadang bahkan hanyut tak berarti apa-apa.
Namun engkau tetap duduk setia
di kursi tak bernama,
membaca tanpa meminta balasan,
memberi ruang pada bisu tulisanku
untuk bernapas lebih lama.
Terimakasih, sahabat tak kasat mata,
engkaulah alasan mengapa pena ini tak gugur,
engkaulah pelita di lorong sepi tulisan,
engkaulah nadi yang membuat huruf
menemukan arti di tengah keletihan.
Andai aksaraku pernah melukai
dengan nada yang tak semestinya,
andai diamku sesekali membuatmu bertanya,
izinkan aku bersujud dalam kata:
maafkan segala luka yang tak kusengaja.
Sebab aku tahu,
tanpa doa dari balik layar,
tanpa kesetiaanmu membaca setiap aksara,
aku hanyalah bayang samar
yang tak pernah dikenang.
Maka biarlah malam ini menjadi saksi:
aku menulis dengan hati yang bersujud,
mengikat janji di tinta sederhana—
untuk terus belajar menulis lebih baik,
agar kelak setiap huruf yang lahir
adalah bunga yang mekar
di taman persahabatan kita.
Bulukumba, 21 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan