QOUTE KIMIA ISLAMI
🌹Quote Kimia Islami 🌹
“Cinta itu ibarat reaksi eksotermis, memberi hangat tanpa henti; seperti mentari yang tak letih bersinar, ia terus memancarkan energi meski tak pernah meminta balasan.”
— Sultan Chemistry_
-Al-Qur’an sebagai penguat makna cinta yang memberi tanpa pamrih:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ
(QS. Ar-Rum: 21)
Arab Latin:
Wa min āyātihī an khalaqa lakum min anfusikum azwājan litaskunū ilaihā wa ja‘ala bainakum mawaddatan wa raḥmah, inna fī żālika la-āyātin liqoumin yatafakkarūn.
Terjemahannya:
“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
@@
Dengan demikian, cinta yang sejati bagaikan reaksi eksotermis—menghangatkan, menghidupkan, dan menguatkan. Allah sendiri telah menanamkan mawaddah (cinta penuh kehangatan) dan rahmah (kasih sayang tanpa pamrih) sebagai energi abadi dalam setiap hati yang ikhlas mencinta.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan