SAAT MATA KETIDURAN
Judul: Saat Mata Ketiduran
Penulis : Sultan Chemistry
Saat mata ketiduran,
diusik oleh rasa lapar yang tak tertahankan—
bukan semata derita perut yang hampa,
namun gelisah hati yang merindukan cahaya.
Langit malam menggigil di balik jendela,
bulan pun enggan menyapa,
angin mengendap pelan
membawa bisikan yang entah dari mana.
Aku terjaga,
bukan karena denting waktu
atau nyanyian serangga yang patah nada,
tapi oleh sesuatu yang lebih sunyi:
kerinduan yang menggeliat
dalam kelaparan makna dan kasih.
Di rak dapur, tak kutemukan jawaban.
Di ponsel sunyi, tak kutemukan nama.
Dan di dada ini—
yang paling keras mengetuk:
bukan lapar pada nasi,
tapi lapar pada tatapmu yang pernah menetap di pagi.
Seandainya malam bisa diseduh,
akan kuseduhkan untukmu secangkir rindu.
Hangat, meski tak pernah benar-benar utuh.
Bumi Allah, 3 Agustus 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan