HUJAN MEMBAWA KENANGAN
HUJAN MEMBAWA KENANGAN
Pada retina malam kutafsir ayat-Mu yang lembut
Seperti histologi rahmat yang tersusun rapi di tiap sel
Denyut jantungku menjadi tasbih yang tak henti berputar
Mengalir dalam arteri doa menuju samudra-Mu, ya Rabb.
Hujan ini laksana terapi intravena dari langit
Menyalurkan oksitosin kasih dalam plasma takdir
EKG kalbu bergetar dalam irama dzikir
Menyucikan ventrikel jiwa dari segala noda dunia.
Di alveolus rindu kupelajari respirasi iman
Oksigen harapan terikat erat pada hemoglobin taqwa
Setiap embusan napas menjadi doa syahdu
Menghidupkan paru cinta agar tetap bernapas dalam ridha-Mu.
Dan bila jasad ini kelak melewati autopsi waktu
Hanya ruh yang kembali pada-Mu dengan diagnosis iman
Hujan akan menjadi saksi, bahwa cinta ini abadi
Karena tertulis di rekam medis langit: “Aku rindu-Mu, ya Allah.”
Bumi Allah, 290825
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
