ILUSI JIWA
ILUSI JIWA
Penulis Sultan Chemistry
Di senja yang menggurat luka,
bayangan hatiku menari tanpa rupa.
Langit menautkan duka pada kelopak mimpi,
sementara desir waktu menabur kabut sunyi.
Kucari wajahku di cermin embun,
namun yang terpantul hanyalah kerinduan usang.
Suara nurani berbisik bagai samar mantra,
menggoda nalar, menipu rasa.
Rindu berkelebat seperti burung tanpa sayap,
menyulam harap dalam lorong tanpa peta.
Setiap detak adalah gema semu,
menyulam tanya: adakah hakikat di balik semesta palsu?
Wahai jiwa yang terperangkap bayang,
lepaskan topeng, temui cahaya yang diam.
Sebab hakiki bukan pada fatamorgana rasa,
melainkan pada sunyi yang mengenal Sang Maha.
Butta Panrita Lopi, 180925
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan