KABUT DI SELAH NAFAS
KABUT DI SELAH NAFAS
di tepi senja,
aku menakar sunyi yang merambat.
tatapanmu dulu—
pelita yang menyalakan segala gelap.
kini hanya sisa bayang,
kabutnya meluruh di sela napas.
aku meraba jeda kata,
rindu kita pernah tumbuh
lalu gugur
seperti daun yang tak sempat berpamitan.
andai waktu bisa kulipat,
menggulung awal mula—
tempat tawa kita berpendar
sebelum jarak menulis
luka di udara.
cinta… meski meredup,
masih bergetar lirih—
seperti bara reaksi
yang menyimpan cahaya
dalam rahasia malam
Kajang, 290925
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan