PERIHNYA DUNIA MAYA 2
PERIHNYA DUNIA MAYA
Kau hadir bagai kilau senja,
menyulam rindu di ruang maya.
Setiap aksara memantik asa,
namun nyatanya fatamorgana.
Rindu menjelma badai tak rupa,
sinyal sunyi mengiris jiwa.
Janji manis luruh tanpa makna,
tinggal perih tanpa kata.
Pelukan hanya bayang cahaya,
getar hati lenyap bersama nada.
Cinta maya hanyalah fatwa semu,
membekas luka di relung kalbu.
Kini kubiarkan waktu merawat luka,
menyaring duka jadi doa.
Agar kasih kelak kutemui nyata,
bukan
sebatas kilau maya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan