SEKUNTUM MAWAR
Sekuntum Mawar
Sekuntum mawar kupeluk mesra,
menyimpan rindu tanpa suara.
Meski durinya melukai hati,
tetap kucinta sepenuh jiwa.
Namun aku sadar, wahai bunga,
engkau hanyalah tanda semesta,
indahmu fana, cepat sirna,
sedang Allah kekal selamanya.
Harummu lirih mengalir ke langit,
bagai doa yang tak pernah letih,
mengajarkanku arti sujud,
bahwa cinta sejati hanya pada Rabbul Wujud.
Duri-durimu menggores luka,
namun di sanalah makna terbaca,
bahwa sabar adalah cahaya jiwa,
yang menuntun hati menuju surga.
Wahai mawar, saksi rahasia,
engkau tumbuh di tanah fana,
tapi keindahanmu menjadi cermin,
bahwa kasih Allah tiada bertepi.
Di malam sunyi kupeluk rindumu,
menyulam doa dalam sujudku,
air mata jatuh jadi saksi,
betapa haus jiwa akan kasih Ilahi.
Dan ketika engkau layu perlahan,
aku teringat hakikat kehidupan,
bahwa semua yang indah binasa,
hanya Allah yang kekal selamanya.
Maka biarlah tangkai dan durimu,
menjadi pengingat langkahku,
bahwa cinta tak boleh terhenti,
selain pada Sang Pemilik Abadi.
BLK, 300825
-
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan