SETETES EMBUN
SETETES EMBUN
Aku setetes embun
lahir dari desah langit
di ujung daun sepi
menggigil menunggu pagi
Mereka memandang kilauku
bukan dingin yang kupikul
aku rapuh tanpa suara
abadi sesaat sebelum lenyap
Cahaya matahari bukan milikku
aku pinjamkan pada fajar
meski setiap detik menguap
adalah nafas yang kupasrahkan
Biarlah aku hilang dalam cahaya
bukan dalam gelap sia-sia
lebih baik pudar bermakna
daripada membeku tanpa doa
Bulukumba, 160925
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan