TERABAIKAN
TERABAIKAN
Penulis : Muhammad Sultan
kau tahu,
cinta itu pernah singgah
di beranda matamu,
menjadi setangkup cahaya
yang tak sempat kutangkap.
aku berjalan,
menyusuri jejak yang patah
antara hujan dan sunyi,
menunggu namamu
yang tak pernah selesai kupanggil.
di sudut malam,
aku menaruh rindu
seperti kertas lusuh
yang tak lagi dibaca,
dibiarkan diam,
kering oleh waktu.
kau tetap di sana,
indah sekaligus jauh,
sementara aku
hanya sebuah bayangan
yang menua tanpa sempat
kau peluk.
maka biarlah,
jika cinta ini
harus terabaikan.
biarlah aku jadi udara—
tak kau lihat,
tapi masih bernapas
dalam setiap langkahmu.
Bulukumba, 8 September 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
