TERIMA KASIH CINTA II
Terima Kasih, Cinta – II
Penulis : Sultan Chemistry
Kau sulutkan senja
dengan sumbu merah jingga,
mengurai cakrawala
menjadi altar bisu tempat doa berdiam.
Kau samudra tak bermula
yang menampung riak gelisahku,
mengajarkanku berlayar
hanya berpedoman rasi cahaya
yang kau sembunyikan di balik kelam.
Terima kasih, Cinta—di balik gerimis kau anyam pelangi sabar,
di balik malam kau titipkan matahari
yang tak lelah menyalakan pengharapan.
Dalam nadimu
waktu menjelma mantra:
detik beradu detik,
mengikat rindu jadi lingkar tak bertepi,
menggantungkan kenangan
di puncak langit ingatan.
Izinkan syukurku
menjadi arus tanpa muara,
menyusuri setiap debar,
hingga namamu kekal
seperti aksara cahaya
yang tak pernah padam.
Bulukumba, 17 September 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
