AYAH, PINJAMKAN AKU SATU LUKA
Pi
Ayah, Pinjamkan Aku Satu Luka.
Ayah adalah sunyi yang bekerja dalam diam. Sejak fajar, ia mengikatkan peluh di ladang dan jalanan, menjadikan tubuhnya jembatan agar anak-anaknya bisa melangkah lebih jauh. Ia menukar mimpi dengan selembar buku, menahan lapar demi senyum kecil di meja makan.
Ayah bukan cahaya yang gemerlap, ia adalah bayangan yang setia mengikuti, menghapus dirinya agar anak-anaknya bersinar. Luka di tangannya jadi aksara, retak di punggungnya jadi doa.
Kita sering lupa menatap matanya—mata yang menyimpan ribuan pengorbanan yang tak pernah diminta balas.
Mari abadikan jejak itu dalam aksara. Ikutilah event antologi cerpen "Ayah, Pinjamkan Aku Satu Luka", ruang untuk menghadiahkan kata bagi sosok yang diam-diam menyimpan seribu luka demi cinta.
Penulis yang berminat bisa DM Muhammad Sultan dan Mukhamad Amin
Terima kasih sebelumnya.🙏
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
