Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
CINTA BERAT DIONGKOS

CINTA BERAT DIONGKOS

CINTA BERAT DIONGKOS

Penulis : Sultan Chemistry

Di ruang hampa doa,

aku bereaksi dengan rindu dan sabar,

meramu cinta dalam tabung takdir,

yang ditulis di Lauh Mahfudz jauh sebelum atom pertama bergetar.

Kau hadir bagai katalis ilahi,

mempercepat laju bahagia di jantung hati,

padahal aku hanyalah senyawa lemah—

yang mudah terurai oleh ujian duniawi.

Cinta ini berat diongkos,

bukan karena mahalnya rasa,

tapi karena setiap langkah menuju ridha-Nya

adalah reaksi endoterm—menyerap banyak air mata.

Kita diuji dalam suhu kehidupan,

kadang mendidih, kadang membeku,

namun Allah-lah Pengatur Kesetimbangan,

agar cinta ini tak berubah wujud dan tak pernah beku.

Kau dan aku adalah dua ion berbeda,

disatukan dalam larutan takdir oleh daya cinta-Nya,

semoga ikatan ini bukan sekadar valensi dunia,

melainkan ikatan kovalen abadi—hingga surga.

Maka bila jarak menjadi asam yang menyakitkan,

biarlah doa menjadi basa yang menetralkan,

karena cinta sejati bukan hasil eksperimen fana,

melainkan reaksi ruhani yang diilhamkan Tuhan semesta.

Dan meski cinta ini berat diongkos,

aku tak gentar membayarnya dengan sujud,

sebab setiap tetes keringat dan air mata—

adalah energi aktivasi menuju ridha-Nya yang kudus.

Bulukumba, 6 Oktober 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post