MALAM TERAKHIR DI KOTA SUTRA
MALAM TERAKHIR DI KOTA SUTRA
Penulis: Sultan Chemistry
Genre : Pentigraf
Kota Sutra menyambut kami dengan senja keemasan yang menari di atas helaian benang sutra yang dijemur di halaman rumah penduduk. Udara lembap membawa aroma murbei dan desir alat pintal yang berdenting pelan. Jalan-jalan kecil berkelok di antara rumah panggung, sementara langit meluruhkan warna lembutnya ke pelupuk mata. Di rumah Tia, waktu serasa menenun dirinya sendiri, antara lelah perjalanan KKN dan kehangatan sambutan keluarganya menenangkan.
Namun di dada Rusdi, ada pusaran rindu yang tak selesai. Ia ingin berlama-lama di Kota Sengkang, menjelajahi lorong-lorong pengrajin, menyaksikan tangan-tangan lentik menenun benang sutra. Tetapi di sisi lain, tugas laporan KKN menunggu di kampus, menuntutnya pulang ke kampus. Ia terjepit di antara dua keinginan: menunaikan tanggung jawab atau menuruti panggilan jiwa. Malam itu ia termenung di beranda, menatap bulan yang menggantung seperti gulungan sutra di langit indah, tetapi menjerat langkahnya.
Selepas makan malam, Rusdi menggigil kedinginan. Lampu neon menyala terang, tetapi rasa kantuk yang tak bisa dia tahan setelah seharian jalan. Rusdi meraih tangan yang disangkanya milik Tia untuk meminta sarung. Namun ketika wajah itu menoleh, ia terperanjat, ternyata ibu Tia, yang kebetulan mengenakan baju anaknya.
Bulukumba, 15 Oktober 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan