CAHAYA YANG MENYAPA HATI
CAHAYA YANG MENYAPA HATI
Penulis Sultan Chemistry
Dalam sunyi yang menetes di antara waktu, ada bisik lembut dari langit: “Bangunlah, sebelum fajar mencium bumi.”
Itulah panggilan cinta dari Rabb semesta, mengingatkan bahwa kehidupan bukan sekadar bernapas, melainkan bagaimana jiwa meneguk makna dari setiap detik yang berlari.
Jangan biarkan harimu berjalan tanpa sujud yang basah oleh keikhlasan. Sebab, di antara sejuta langkah manusia, hanya langkah yang dituntun iman yang akan sampai di taman keabadian.
Ketika dunia menutup pintu, langit tak pernah mengunci rahmatnya.
Ketika manusia berpaling, Allah justru menatapmu dengan kasih yang tak bertepi. Maka jangan gelisah pada jalan yang sepi — bisa jadi, di sanalah engkau sedang ditempa menjadi perindu sejati.
Bangkitlah, wahai jiwa yang rindu ridha.
Sebab setiap luka adalah huruf dalam kitab penghambaanmu,
dan setiap air mata yang jatuh adalah tinta yang menulis namamu di langit doa.
Jadilah hamba yang menjemput takdir dengan sujud,
menyemai sabar di ladang ujian,
dan menuai tenang di taman tawakal.
Kutipan Kimia Islami:
“Iman adalah katalis suci yang mengubah getir menjadi syukur, dan duka menjadi dzikir. Bila hati bereaksi dengan ikhlas, maka hasilnya adalah kebahagiaan yang tak terurai oleh logika.”
Bumi Allah, 071125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan