MENYULUT OBOR JIWA
MENYULUT OBOR JIWA
Di balik kabut pagi yang masih enggan menyapa, hidup menunggu langkahmu untuk menorehkan jejak. Setiap detik yang bergulir ibarat butir pasir, tak pernah kembali, namun menyimpan kekuatan untuk membentuk istana mimpi.
Jangan gentar oleh derasnya hujan rintangan, karena dari setiap tetes itu, akan tumbuh sungai keberanian yang mengalir ke samudra harapan.
Ingatlah, setiap luka adalah guru yang paling sabar; setiap kegagalan adalah jendela yang membuka ruang bagi cahaya baru. Tak perlu tergesa mencari jalan mudah, sebab langkah yang tegap dan hati yang tegar adalah kunci untuk menaklukkan badai kehidupan.
Beranilah bermimpi, walau dunia tampak bisu, karena jiwa yang yakin adalah obor yang mampu menembus gulita paling pekat.
Hidup bukan tentang seberapa sering kita jatuh, melainkan tentang seberapa indah kita bangkit, menata serpihan mimpi, dan menari di atasnya dengan keberanian.
Teruslah berjalan, meski sunyi menemanimu, karena pada akhirnya, matahari selalu menemukan celah untuk menyingkap gelap, dan kau, dengan segala keteguhanmu, akan menemukan jalanmu sendiri.
Seperti reaksi kimia yang tak bisa dipaksa, cinta dan keberanianmu akan menemukan katalisnya sendiri—hingga hatimu meledak dengan energi yang tak terbendung.
Bumi Allah, 051125
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan